Haruskah orang tua ikut andil

Assalamualaikum guys….

Lets start….

Pembaca disini ada yang punya cita-cita jadi chef, dokter, artis, guru, dosen, arsitek, pelawak? Atau punya cita-cita yang lainnya? Kita bakalan kupas abis gimana caranya mewujudkan cita-cita kita semua itu.

Kunci pertama harus ada niat yang kedua doa dilanjut usaha. Udah banyak banget bacaan yang bahas ketiga hal tersebut, so… Gue ngga bakalan jelasin lagi satu persatu cukup ambil inti intinya aja ya.

Okeh

Niat, udah harus terbenam dalam jiwa kita sebagai para pemimpi. Kedua doa, disini gue mengartikan doa juga sebagai bagian dari adanya restu. Restu dari siapa? Tentunya dari segala pihak dan yang utama adalah orang tua. Ini yang bakal kita jadikan sorotan guys. Dilanjut adanya usaha untuk mewujudkan cita-cita tadi.

Bicara soal restu atau keikhlasan orang tua dalam mendukung anak untuk menggapai impian itu kadang agak susah. Banyak faktor yang membuat ortu gamang buat kasih ijin. Salah duanya yaitu kendala biaya dan tidak sesuai dengan impian ortu sendiri.

Guys kita sebagai anak tentu masih bergantung hidup sama orang tua, apalagi soal uang. Sekarang apa apa itu butuh yang namanya uang seberapapun itu. Makanya banyak orang di luaran sana yang merasa seakan-akan hidupnya itu tergadaikan.

Banyangin kalau Lo pengen jadi seorang menteri. Nah sebelum beneran jadi menteri pasti ada tahapannya dong, mulai dari sekolahnya disini ikut kegiatan ini itu daftar ini itu. And then you be a minister.

Tahapan-tahapan tadi itu ngga segampang itu buat Lo lakukan. Selesaikan sekolah dari SD, SMP, SMA, perguruan Tinggi, baru lanjut ke tahap lainnya. Buat yang mau lanjut SMP SMA biasanya ngga perlu ribet-ribet banget ya, yang paling susah itu kalau udah lulus SMA mau lanjut kuliah. Daftar seleksi seabrek tapi ngga ketrima, ketrima jalur undangan tapi ngga dapet izin, pengen kuliah tapi ngga ada biaya, dinikahin sama ortu, harus kerja buat nglanjutin hidup. Banyak banget hal yang ngebuat down.

Kita masih bahas soal restu ya.. yang memegang teguh kalimat surga berada di bawah telapak kaki ibu rela banting setir demi nyenengin ortu. Lantas gimana yang masih kukuh sama impiannya?. Disini yang perlu sedikit di runtuhkan adalah orang tuanya, okey anak emang harus nurut sama ortu tapi anak juga punya hak buat menentukan masa depannya kan? Orang tua mengatakan bahwa segala yang ia lakukan pada anaknya semata-mata demi kebahagian anaknya demi kehidupan yang cerah dimasa depan nanti.

Yang saya tanyakan, masa depan cerah yang seperti apa bapak ibu kalau anaknya merasa bagai robot? hm? Coba tanyakan pada anaknya tentang apa yang diinginkan, apa yang dicita-citakan, jangan melulu soal impian bapak ibu tentang anaknya nanti yang bakalan jadi direktur, dokter, artis, atau apalah yang biasanya ortu inginkan.

Dukungan orang tua itu sangat diperlukan bagi seorang anak, karena dengan dukungan itu anak akan merasa bahwa ortunya tuh sayang sama dirinya, ortunya tuh peduli. Ketika anak berada dalam situasi yang menyebabkan dirinya terguncang dia punya keluarga yang siap menemani kesedihannya, mau mendengarkan keluh kesahnya, anak ngga bakalan merasa hidup sendirian lagi. Seperti ketika anak gagal ketrima di PT yang diimpikan. Banyak mimpi yang sudah terdaftar dalam list empat tahun kedepan ketika mereka “anak” memberanikan mendaftarkan diri, namun kenyataan yang diterima membuat mereka harus mengubur dalam-dalam dan mulai membuat list baru. Mereka tahu bahwa hidup tidak berhenti disini. Dan diwaktu ini dukungan ortu itu sangat penting.

Kadang terlintas dipikiran gue apa sih yang ada dipikiran orang tua? Kenapa susah banget gitu buat ngasih izin? Mungkin pembaca yang sudah merasakan gimana rasanya jadi orang tua bisa komen disini biar gue ini tahu jawabannya.✌

Mereka yang baru lulus SMA mengatan bahwa inilah saatnya kita menghadapi kehidupan yang sebenarnya, tapi kita kehalang sama ortu yang mengatur semua list anak-anaknya. Gimana kita tahu tentang dunia ini kalau mau melangkah aja disuruh ini itu dulu diceramahin ini itu. Kita tahu kalau orang tua itu ragu buat melepas anaknya tinggal sendirian jauh dari orang tua, apalagi yang dari kecil jarang bepergian sama temen-temennya. Anak mama papa, ya iyalah emang mau anaknya siapa lagi coba🙈. Nah anak juga merasa kalau diri mereka tuh udah besar udah berani buat naklukin dunia menunjukkan pada dunia tentang diri mereka tanpa ada embel-embel nama keluarga.

So dari rentetan kalimat panjang diatas, anak dan orang tua harus dalam satu kemauan satu impian. Masa depan sukses? Iya semua orang juga berkeinginan seperti itu namun definisi sukses itu bisa berbeda-beda. Gue bilang sukses itu kalau udah jadi hakim, tapi seorang guru akan bilang kalau sukses itu ia berhasil membimbing anak didiknya mewujudkan cita-citanya. Seorang hakim bakal bilang sukses itu jika sudah berhasil memutuskan perkara dalam persidangan dan seorang dokter mengatakan sukses jika berhasil menyelesaikan operasi dengan baik dan pasien selamat. See.. sukses itu beda namun euforia dari kesuksesan itu akan sama, sama-sama menyenangkan hati dan melegakan.

Misal belum bisa satu impian coba disampaikan dengan baik bagaimana keinginan anaknya, dijelaskan sama ortu biar paham kalau kita tuh pengen gini pak bu. Terus bapak ibunya juga coba disampaikan kenapa ngga mau ngasih izin anaknya buat jadi ini itu kasih alasan yang bisa diterima buat anaknya. Nah habis itu tarik garis lurus enaknya si anak harus gimana, tinggal deh lanjut usahanya supaya beneran terwujud.

Kayak tadi udah ada niat, doa & restu, tinggal usaha. Sok pilih sekolah mana dan nanti bakalan ngapain aja. Yang penting harus tetap ingat sama kewajibannya.

Give your best do are best

Kesempatan buat hidup cuma sekali, nikmati tiap detiknya karena belum tentu lima detik kedepan masih ditangan kita.

Assalamualaikum…

Thx.

Iklan